Rabu, 26 Januari 2011

Analisis pendekatan struktural novel ayat-ayat cinta


TUGAS UAS TEORI SASTRA
ANALISIS  PENDEKATAN STRUKTURAL NOVEL AYAT-AYAT CINTA






Oleh
DWI PUTRI EMELIA
A1A010038

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS BENGKULU
2010


ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL NOVEL AYAT-AYAT CINTA

Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 419 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.ayat-ayat cinta merupakan sebuah novel tentang seorang santri salaf metropolis dan musafir yang haus ilmu.keindahan cinta dibangun dibawah terang cahaya petunjuk.rasanya tak berlebihan jika novel ini disebut novel “Pembangun jiwa’’.
Tema cerita : Tema novel mengandung tema cinta manusia pada manusia dan cinta manusia kepada Tuhan dan Rasul-Nya yang diwujudkan dengan cara teguh menjaga keimanan berdasarkan petunjuk-Nya.Ini adalah novel sastra yang berhasil memadukan dakwah, tema cinta yang romantis dan latar belakang budaya suatu bangsa.
Setting cerita : Cerita ini terjadi di Kairo mesir Al-azhar ( Negara Mesir Benua Afrika ).flat, Masjid, Restoran, Metro, Penjara Rumah sakit, Alexsandria.
Plot/Alur : Alur cerita dalam novel ini adalah alur maju.
Tokoh-tokoh dan Perwatakan :
1.      Fahri bin Abdullah Shiddiq : Fahri adalah sosok pria yang menjadi idaman para wanita dan direbutkan empat orang perempuan. Ia baik, sopan, bertanggung jawab ,penolong,Rajin, Pintar, Sabar,Terencana, Tepat waktu, Ikhlas, Ulet, Penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin,lurus, penuh dengan target. Ia sangat menjunjung  tinggi ajaran agama yang dianutnya.

2.      Maria : Maria adalah seorang gadis Mesir  yang manis,sopan dan baik budi pekertinya, Ceria, Suka bergurau, rajin, Pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.Ia adalah seorang gadis beragama kristen koptik yang aneh dan unik, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya, sifat unik Maria adalah suka mendengar adzan.Maria adalah seorang nasrani yang sangat mengagumi Islam.
3.      Aisyah : Aisyah adalah wanita yang kaya. Ia mempunyai perusahaan dan warisan dari orangtuanya, Orangnya lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, serba mewah.

4.      Noura : Noura adalah seorang  gadis yang malang,selalu menderita,tersiksa dan teraniayah, Orangnya tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam. noura di awal cerita sifatnya baik kemudian ia berubah menjadi licik dan memfitnah fahri karena ia sakit hati karena cintanya ditolak.
5.      Bahadur : Bahadur adalah seorang yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura,ia juga seorang pemabuk. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Bahadur juga dikenal amat kejam.

6.      Nurul : Nurul adalah sosok wanita Indonesia sejati. Ia sangat keibuan, sopan tutur katanya,baik sifatnya,Rajin, Pintar, Pemalu tidak terbuka, kaku, emosi, dan sholeh.               

7.      Keluarga Kristen Koptik : Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka – Maria dan Yousef,mereka adalah tetangga Fahri. Keluarga ini mempunyai toleransi yang tinggi Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk dan juga bersifat penolong.

8.      Syaikh Utsman Abdul Fattah : seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Syaikh Utsman sangat selektif dalam memilih murid.

9.      Ashraf : Ashraf adalah seorang pemuda mesir yang juga seorang Muslim ia sangat benci kepada Amerika.

10.  Allicia : Seorang wartawan dari Amerika yang rasa ingin tau nya besar terhadap agama islam.ia datang ke Mesir untuk menelitih lebih dalam tentang islam.

11.  Madame Syaima : Madame syaima adalah istri bahadur,ibu tiri dari noura.Ia seorang ibu yang berhati lembut merasa kasihan,iba dan pembela Noura.

Amanat : Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah :
1. Dalam merencanakan sesuatu pasti akan ada halangan dan rintangan yang menghadang tujuan yang hedak di capai tidak akan berjalan dengan mulus.
2. Semakin banyak ilmu / pengetahuan yang di terima atau di dapat, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang haris di lewati dan di pecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmanya.

Ringkasan cerita :
Dalam novel ayat-ayat cinta menceritakan sosok mahasiswa S2 Universitas Al Azhar, Cairo Mesir. Ia berasal dari Indonesia. Mahasiswa itu bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq. Fahri telah berada di Mesir selama tujuh tahun. Ia telah berhasil menyelesaikan S1-nya dengan baik dan sekarang sedang melanjutkan S2. Fahri adalah sosok pria yang menjadi idaman para wanita. Ia baik, sopan, bertanggung jawab. Selama hidup di mesir, Fahri menyewa sebuah flat sederhana bersama keempat temannya yaitu Saiful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Fahri dipercasya menjadi kepala rumah tangga yang mengatur dsan bertanggung jawab atas flat dan teman-temannya.
Flat yang Fahri tempati berjumlah enam tingkat. Flat Fahri terletak di lantai tiga. Untuk sampai ke flatnya harus menaiki anak tangga yang begitu banyak karena disana tidak terdapat lift. Bagi Fahri, flat adalah tempat berbagi suka dan duka setelah masjid. Di flatnya itu pula, fahri berkenalan dengan gadis kristen koptik bernama Maria, mahasiswa universitas Cairo. Ia anak sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Flat Maria berada tepat diatas flat Fahri dan teman-temannya. Keluarga Maria memang sangat baik kepada Fahri dan teman-temannya. Bahkan hubungan Maria dan Fahri bisa dibilang dekat. Seringkali Maria menitip sesuatu kepada fahri. Maria juga senang memberi makanan atau minuman kepada Fahri. Menurut Fahri, Maria adalah gadis yang baik dan unik. Dibilang unik karena Maria adalah seorang nasrani yang sangat mengagumi Islam. Ia juga hafal dengan surat Maryam dan surat Al-Maidah. Pernah suatu kali saat Fahri dan Maria sedang berada di dalam metro, Maria menunjukkan kepada Fahri jika ia bisa mengaji. Maria juga tahu tata cara mengaji yang didahului dengan membaca ta’awudz dan basmalah. Meskipun Maria beragama Islam, ia meyakini bahwa Al-Quran adalah kitab yang paling banyak dibaca orang. Al-Quran juga sangat dimuliakan dan dihargai daripada kitab-kitab lainnya. Ia juga merasa marah ketika seorang doktor filsafat mengatakan bahwa dalam Al-Quran ada rangkaian huruf yang tidak diketahui maknanya. Cara berpakaian Maria jga sangat sopan. Ia lebih suka memakai pakaian yang panjang dan sedikit longgar, roknya juga panjangnya selutut. Satu lagi sifat unik Maria adalah suka mendengar adzan. Suatu ketika saat Fahri pergi tallaqi dengan naik metro seperti biasanya. Di metro ia bertemu dengan gadis bercadar. Gadis itu bernama Aisyah. Saat di metro, Aisyah membela tiga orang bule Amerika untuk mendapatkan tempat duduk. Gadis bule itu bertnama Alicia. Saat itu ada seorang bule yang sudah tua. Aisyah berniat memberikan tempat duduk kepada bule yang tua itu. Namun penumpang yang kebanyakan orang Arab tidak setuju jika Aisyah memberikan tempat duduk kepada bule Amerika itu. Sebabnya karena orang Mesir sangat benci kepada orang Amerika. Antara Aisyah dan orang Arab sempat bertengkaran karena ada seorang penumpang metro yang sangat membenci bule yang mengganggap bangsanya seorang teroris. Fahri yang tahu duduk permasalahnya segera menolong dan membela Aisyah. Awalnya sempat terjadi keributan kecil dan orang Mesir itu masih kukuh dengan pendapatnya. Dengan penjelasan Fahri akhirnya dapat meyakinkan meyakinkan penumpang itu dan berhasil merayunya agar mengizinkan bule itu duduk. Allicia mengucapkan terima kasih kepada Aisyah dan Fahri. Ternyata Alicia datang ke Mesir untuk meneliti lebih dalam tentang Islam. Akhirnya Aisyah dan Fahrilah yang memberi penjelasan kepada Alicia.Dari pertemuan dengan Fahri di Metro itu, Aisyah merasa jatuh hati kepada Fahri karena kagum atas sikap Fahri.
Selain Aisyah dan Maria, Fahri juga mengenal seorang gadis yang juga mahasiswa Al Azhar dari Indonesia yaitu Nurul. Nurul menaruh hati pada Fahri layaknya maria dan Aisyah. Nurul adalah sosok wanita Indonesia sejati. Ia sangat keibuan, sopan tutur katanya, dan baik sifatnya. Karena ia menaruh hati kepada Fahri, ia sampai menulis surat yang isinya menyatakan cintanya. Surat itu lalu Fahri titipkan kepada seorang ustadz.
Selain Maria, Fahri mempunyai tetangga yang nasibnya sangat mengenaskan. Berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Bapaknya seorang pemabuk dan kakanya seorang wanita penghibur. Namun ada sedikit keanehan jika melihat Noura. Semua keluarganya berkulit hitam hanya ia sendiri yang berkulit putih. Ternyata usut punya usut, Noura tertukar dengan keluarga Bahadur. Padahal sebenarnya ia anak orang terpandang. Karena perbedaan kulit Noura itu, ayah tirinya, Bahadur sering melakukan kekerasan padanya, termasuk pemerkosaan. Selain itu, Bahadur juga menuduh istrinya selingkuh karena melahirkan anak yang berbeda. Saat Noura diperlakukan kasar, hanya ibu tiri Noura yang merasa kasihan dan membela Noura. Tetapi apa daya tangan tak sampai. Bahadur lebih kuat dan berkuasa di rumah itu. Suatu malam, di bawah flat ada keributan yaitu si muka dingin Bahadur sedang menghajar anaknya yaitu Noura. Melihat kejadian itu Fahri tidak tega dan menyuruh Maria menampung di rumahnya. Sebenarnya mereka sangat takut jika ketahuan Bahadur. Namun karena tidak tega melihat Noura, mereka memberanikan diri untuk menolong Noura. Untuk menghindari Bahadur, Noura dititipkan Fahri kepada Nurul dan ditempatkan di asrama bersama Nurul.  Pada suatu hari ketika Fahri mengaji pada Syaikh Utsman, Fahri ditanya dan ditawari untuk menikah. Tak lama kemudian Fahri menyetujui tawaran Syaikh Ustman hingga Fahri diajak berkenalan dengan calon istrinya. Calon istri Fahri itu adalah gadis beradar. Saat pertemuan pun tiba, Fahri bertemu dengan calon istrinya yang ternyata adalah Aisyah yang keponakan Iqbal, orang Indonesia yang sangat dikenal oleh Fahri. Fahri terkejut saat pertama kali Aisyah membuka cadarnya. Ternyata calon istrinya itu adalah gadis yang bertemu dengannya di metro. Ia sangat kagum melihat kecantikan Aisyah. Aisyah adalah wanita yang kaya. Ia mempunyai perusahaan dan warisan dari orangtuanya. Awalnya Fahri tidak enak karena istrinya lebih kaya dan mempunyai pekerjaan dan ia belum dapat mencari nafkah. Tetapi Aisyah meyakinkan fahri jika apa yang dimilikinya juga menjadi milik Fahri.
Setelah perkenalan itu tak lama kemudian mereka menikah tanpa dihadiri orang tua Fahri. Tetapi sebelumnya Fahri telah meminta restu kepada orangtuanya di Indonesia. Mendengar berita pernikahan itu, Nurul kecewa karena kasihnya tidak kesampaian. Wanita yang tak kalah kecewa atas pernikahan Fahri itu adalah Maria karena ia juga mencintai Fahri. Setelah pernikahan Fahri, Maria tidak mau makan, ia hanya melamun. Kondisi badannya semakin menurun. Namun hal itu tak menyurutkan kebahagiaan Fahri dan Aisyah sebagai pengantin baru.
Aisyah dan Fahri sangat bahagia mereka hidup bersama. Ketika kebahagiaan itu terjadi cobaanpun menghadangnya. Begitu sayangnya kepada Fahri, paman dan bibi Nurul meminta Fahri untuk menikahinya tetapi Fahri mampu menolaknya dengan halus. Tetapi cobaan yang lebih berat menimpanya ketika Fahri ditangkap dan dipenjara atas tuduhan memperkosa Noura. Fahri difitnah dan dijebak. Saat itu, Aisyah sedang hamil muda sehingga ia sangat sedih melihat nasib suaminya itu. Aisyah berusaha mencari beberapa saksi untuk membuktikan jika suaminya tidak bersalah. Ia juga mencari seorang pengacara untuk membela suaminya. Persidangan digelar. Pada persidangan pertama, saksi-saksi yang dihadirkan Fahri tidak bisa membuktikan kebenaran Fahri. Aisyah kembali menangis. Keputusan pengadilan itu tidak dapat ditolak meskipun pengacara Fahri mengajukan banding dan meminta dilakukan tes DNA untuk mengetahui siapa sebenarnya yang menghamili Noura. Namun Tuhan berkata lain. Ternyata tes DNA hanya bisa dilakukan setelah bayi lahir. Fahri sadar bahwa Marialah kunci saksi yang bisa memenangkan persidangan itu. Aisyah kemudiian mencari Maria dan meminta tolong kepadanya agar mau menjadi saksi Fahri di persidangan. Namun sayangnya Maria sedang sakit. Ia koma. Kata ibunya Maria selalu memanggil-manggil nama Fahri. Hal itu terjadi karena Maria kecewa atas kegagalan cintanya dengan Fahri. Ia lantas mengurung dirinya sampai jatuh sakit.Hanya ada salah satu cara untuk menyadarkan Maria yaitu meminta Fahri untuk menjenguk dan mengajaknya berbicara untuk menyadarka syaraf otaknya. Cara itu kurang berhasil karena Maria hanya menggerakkan tangannya. Dokter yang menangani Maria meminta Fahri untuk mencium dan memegang tangan Maria. Karena bukan muhrimnya, Fahri tidak mau melakukan itu. Asiyah lalu menyarankan agar fahri menikahi Maria. Fahri tidak setuju karena ia sangat mencintai istrinya. Namun atas pengertian Aisyah jika ia tidak mau bayinya tidak mempunyai seorang ayah karena dipenjara. Akhirnya Fahri menikahi Maria di kamar sakit. Kemudian Fahri mencium dan mebisikkan kata-kata cinta kepada Maria. Dengan izin Allah, Maria bangun dan sangat senang melihat Fahri disampingnya. Meskipun Asiyah menyetujui pernikahan suaminya itu dengan Maria namun ia sangat sedih. Ia menangis.Setelah Fahri menikahi Maria, Maria sedikit sembuh dan dapat keluar dari rumah sakit meskipun harus tetap mengontrol kesehatannya. Di persidangan Fahri, Maria memberikan kesaksian bahwa hal yang dituduhkan kepada Fahri tidak benar. Pengacara Fahri juga menunjukkan bukti percakapan Noura menggunakan handpone Maria dengan temannya yang mengatakan bahwa ia diperkosa Bahadur. Karena kesaksian Maria itu, Noura tidak bisa melakukan apa-apa. Ia kemudian mengakui bahwa yang memperkosanya adalah Bahadur, ayah tirinya pada malam ia diusir dari rumahnya. Bahdur merasa terpojokkan, ia kemudian di tangkap dan dipenjara. Akhirnya Fahri bebas dari penjara.  Setelah persidangan itu, Fahri menjalani kehidupan seperti biasanya. Namun sekarang ia memiliki dua orang istri. Aisyah sedang mengandung anaknya dan Maria sedang sakit. Mereka dapat hidup harmonis walaupun Aisyah masih merasa sedikit canggung dengan keberadaan Maria. Karena penyakit Maria sangat parah itu, Maria sakit lagi bahkan lebih parah. Maria masuk Rumah sakit lagi. Ketika di rumah sakit, Maria bermimpi jika ia tidak boleh masuk surga karena bukan termasuk golongan-golongan mereka. Di dalam mimpi Maria itu, ia seolah-olah sedang berada di istana yang megah dengan banyak pintu. Dari kejauhan sudah tercium wangi istana itu. Sewaktu bemimpi itu, tak sadar maria mengigau membaca Al-Quran surat Maryam. Kemduian dilanjutkan surat Thaha dan memanggil-manggil nama Allah.  Setelah bangun dari mimpi itu Maria meminta Aisyah dan Fahri membantunya berwudhu dan mengajarinya sholat. Dengan penuh heran dan iba mereka menuruti kemauan Maria. Setelah itu Maria berbaring dengan suara lirih Maria mengucapkan kalimat syahadat. Fahri dan Aisyah mengajarinya shalat dan menuntunnya membaca kalimat syahadat. Setelah selesai shalat itu, lalu perlahan pandangan mata Maria meredup dan akhirnya tertutup rapat. Aisyah dan Fahri tak kuasa menahan air matanya melihat Maria yang telah menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir dan wajah bersih seakan diselimuti cahaya. Maria meninggal dunia setelah ia masuk Islam.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu :
1.      Keterjalinan Unsur-unsur struktural novel Ayat Ayat Cinta memiliki keterjalinan yang erat membangun keseluruhan cerita. Keterjalinan tersebut meliputi: keterjalinan unsur tema dengan unsur tokoh dan penokohan, alur, amanat, dan latar; keterjalinan unsur tokoh dengan sudut pandang, dan alur, keterjalinan unsur alur dengan unsur tokoh dan penokohan, dan tema; keterjalinan unsur sudut pandang dengan unsur tokoh dan penokohan; keterjalinan unsur bahasa dengan tema, tokoh dan penokohan, dan latar; keterjalinan unsur latar dengan tema, tokoh dan penokohan, serta bahasa; dan keterjalinan unsur amanat dengan tema, dan penokohan.

2.       Nilai edukatif yang terdapat dalam novel Ayat Ayat Cinta ialah nilai edukatif religius, nilai edukatif moral, dan nilai edukatif sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar